1. Menurut Anda, sejauh
apa peran media sosial dapat mendorong terjadinya inisiasi perubahan sosial di
masyarakat?
Peran media sosial mengambil andil yang sangat besar dalam
mendorong perubahan sosial di masyarakat. Seperti yang kita ketahui, manusia
adalah makhluk sosial yang tidak dapat bertahan hidup tanpa adanya interaksi
dengan sesama. Dengan adanya perkembangan jaman, internet menjadi alat
komunikasi yang paling utama saat ini. Ditambah lagi dengan adanya mobile web.
Dari internet yang semakin berkembang inilah muncul berbagai macam jenis media
sosial yang hanya sekedar untuk mengisi waktu luang sekarang telah berubah
menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Internet menjadi jaringan
yang paling luas untuk berkomunikasi. Hal ini menciptakn budaya baru, sehari
saja tidak mengecek sosial media rasanya pasti ada yang kurang. Hal ini bukan
lagi menjadi gaya hidup melainkan kebutuhan. Sosial media membuat semua jadi
lebih transparan, kita dengan mudah mencari tahu apa yang terjadi di sekitar
kita, apa yang dilakukan dan dipikirkan orang lain, apa yang sedang menjadi
trending topic di dunia internasional hanya dengan menggunakan media sosial dan
internet. Atas dasar inilah banyak organisasi melakukan kampanye melalui sosial
media. Dengan biaya sekecil - kecilnya dapat mencapai sebanyak - banyaknya
pengguna sosial media, serta lebih up to date.
Perubahan sosial yang
terjadi sangat jelas, dahulu satu orang mencari berita ke berbagai media.
Sekarang, berbagai media dapat mengirimkan berita kepada setiap orang. Proses
mencari informasi menjadi lebih mudah karena adanya media sosial. Namun,
apabila tidak ada tindakan semuanya akan sia - sia. Jadi, untuk melakukan
perubahan sosial, sebuah media sosial harus melakukan tindakan konkrit agar
tujuannya (dalam hal ini kampanye) dapat berjalan sukses. Apa gunanya jutaan
likers dan followers apabila tidak ada tindakan nyata dari admin dari social
media tersebut. Sama saja tidak akan terjadi perubahan sosial.
2.
Faktor apa sajakah yang dapat menjadi kunci penting dalam mentransformasikan
informasi yang ada menjadi aksi perubahan?
·
Konten
Konten
atau isi dari suatu sosial media adalah salah satu hal terpenting untuk memicu
perubahan sosial yang ada. Jika konten kita dianggap baik oleh orang lain,
pastinya mereka akan dengan senang hati Mendukung informasi yang kita berikan
dengan cara menyebarluaskan info tersebut sehingga mencakup lebih banyak orang.
·
Feedback
Ketika
kita memposting informasi pasti akan terjalin interaksi langsung kepada publik.
Bagi mereka yang menerima info dari kita akan memberikan feedback. Feedback
tersebut bisa berupa feedback positif atau negatif yang dikirim melalui
retweet/reply dalam twitter, berupa comment di facebook blog dan sosial media
yg lainnya. Feedback penting karena menandakan informasi yang kita terima
ditanggapi oleh masyarakat.
·
Berorientasi untuk masa depan
Dimana
tujuan diadakannya suatu sosial media dapat berdampak untuk jangka panjang atau
masa depan. Contohnya GoGreen, Earth Hour, WWF, dll.
·
Mengikuti perubahan jaman.
Informasi
yang diangkat lebih baik membahas isu yang lagi trend saat ini, dan tak lupa
isi dari yang di post harus sama dengan visi misi suatu campaign sosial media
tersebut. Semakin up to date semakin menarik orang untuk aware terhadap info
yang disajikan.
·
Opinion leader
Bekerja
sama dengan opinion leader yang dapat membuat publik lebih mempercayai apa yang
telah disampaikan. Seorang opinion leader dianggap lebih ahli, kredibel, dan
berpengalaman dalam bidang tersebut. Ini baik bagi kampanye yang baru dimulai
untuk membuat orang lebih aware. Cth : kampanye anti kekerasan terhadap anak opinion leadernya
adalah kak seto selaku sekjen komnas perlindungan anak
·
Bekerjasama dengan suatu lembaga
Bekerjasama
dengan suatu lembaga yang sama dengan konten yang kita bicarakan. Cth
: kampanye peduli aids bekerja sama dengan komunitas aids sedunia dan YAIDS
(yayasan aids indonesia).
Selain 6
poin diatas faktor-faktor penting yang memicu sebuah informasi agar dapat
bertransformasi menjadi aksi perubahan adalah besarnya tingkat kesadaran diri
yang ada dalam diri masyarakat terhadap isu yang berkembang. Kesadaran diri ini
memicu mereka untuk melakukan yang lebih baik demi kepentingan bersama. Lalu faktor kedua adalah keterbukaan masyarakat terhadap informasi yang diberikan, jadi para pembaca lebih terbuka pemikirannya, mendengarkan dan mengerti terlebih dahulu sebelum menilai.
13. Beberapa contoh kasus yang pernah ada di
Indonesia yaitu :
·
Kasus
Koin untuk Prita
Kasus yang bermula pada 7 Agustus 2008 Prita Mulyasari saat itu dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Omni Internasional Serpong, Tanggerang, Banten. Selama perawatannya nampaknya Prita tidak puas dengan layanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit, dan ketidakpuasannya itu dituliskan dalam sebuah surat elektronik, lalu menyebar secara berantai dalam jejaring internet dari milis ke milis.
Keputusan
Majelis hakim PN Tangerang pada Tanggal 29 Desember 2009 membebaskan Prita dari
tuduhan pencemaran kabar baik karena tidak terbukti. Namun, Dalam putusan peradilan
perdata diharuskan membayar denda sejumlah Rp 204.000.000,- inilah merupakan cikal bakal gerakan sosial Koin Keadilan yang mengumpulkan uang berasal dari sejumlah uang recehan berupa koin dalam jumlah Rp. 605 juta.
Disini
dapat dilihat bahwa sekecil apapun yang dilakukan oleh Prita Mulyasari, dapat
berdampak besar atau luas ke masyarakat.
Sumber : www.nasional.news.co.id,
www.hukum.kompasiana.com dan www.wikipedia.com.
·
Kasus Nenek yang mencuri singkong
Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung
menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencurisingkong, nenek
itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun
manajer PT A**** K**** (BAK** grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh
bg warga lainnya.
Nenek itu di denda Rp. 1
juta, apabila tidak dapat membayarnya sang nenek harus mendekam di sel tahanan
selama 2,5 tahun. Namun, hakim Marzuki membuka toga-nya lalu menjatuhkan denda
sebanyak 50 ribu rupiah kepada setiap orang yang ada di ruang sidang, karena
membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.
Alhasil, sang nenek berhasil mengumpulkan sekitar Rp. 3,5 juta yang dimana uang
tersebut juga termasuk uang sang penggugat dari perusahaan tersebut.
Sayangnya, kasus ini tidak tercium oleh pihak pers,
sehingga hanya beredar dari mouth to mouth dan di beberapa milis atau situs
saja.
Sumber: www.thecrowdvoice.com
& www.kaskus.co.id
·
Jalin Merapi
Jalin
Merapi merupakan sebuah akun di twitter dan facebook yang bergerak dibidang
sosial untuk membantu korban-korban letusan Gunung Merapi pada tahun 2010.
Jalin Merapi menggunakan media sosial untuk memberikan informasi diluar
Djogjakarta apabila ada yang ingin menjadi sukarelawan. The Power of Media merupakan
cara yang digunakan oleh Jalin Merapi untuk memperbaiki keadaan di sekitar
Gunung Merapi, Djogjakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar